Home >> Berita Aktual QMS >> Asesmen dalam Rangka Survailen dan Perluasan Ruang Lingkup Akreditasi

Asesmen dalam Rangka Survailen dan Perluasan Ruang Lingkup Akreditasi

YOGYAKARTA. Laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai Besar POM) di Yogyakarta memiliki sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis yang memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17025: 2008, dan telah diimplementasikan dalam setiap pengujian sejak diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tahun 2002. Berbagai perubahan telah dilakukan sebagai upaya untuk perkuatan  pengawasan obat dan makanan melalui peningkatan kompetensi personel, pemenuhan peralatan dan sumber daya  yang berfokus pada peningkatan kualitas laboratorium untuk menghasilkan pengujian yang valid. Pada tahun 2015,  Balai Besar POM di Yogyakarta telah melaksanakan reakreditasi sebagai bukti konsistensi penerapan sistem manajemen mutu laboratorium dengan hasil status akreditasi dapat dipertahankan hingga 24 Februari 2019.

 

Selama empat tahun masa akreditasi, KAN telah melakukan kunjungan survailen dua kali yaitu pertama pada tanggal 9-10 Februari 2016, dan  kedua pada tanggal 2-3 Mei 2017.  Susunan tim asesor pada kegiatan  asesmen kedua dalam rangka survailen dan perluasan ruang lingkup yaitu Endang Sri Heruwati sebagai Asesor Kepala, dan anggota Artati Hapsari dari RSUD Pasar Rebo, Achmad Rochliadi dari ITB dan Ening Wiedosari dari Balai Besar Penelitan Veteriner. Kegiatan survailen dibuka secara resmi oleh Manajer Puncak yang diwakili oleh  Dwi Fitri Hatmoko.

 

Pada hari kedua dilakukan pembacaan temuan ketidaksesuaian oleh Asesor.  Ketua tim Asesor Endang Sri Heruwati menyampaikan bahwa Laboratorium Balai Besar POM di Yogyakarta masih konsisten dalam menerapkan sistem manajemen mutu berdasarkan SNI ISO/IEC 17025: 2008 baik dalam penyiapan dokumen maupun penerapannya secara operasional. Namun demikian masih ditemukan ketidaksesuaian baik di aspek manajemen maupun aspek teknis. Untuk aspek manajemen, ditemukan ketidaksesuaian terkait sistem mutu, pengendalian dokumen, kaji ulang permintaan, subkontrak pengujian, pembelian barang dan jasa, umpan balik pelanggan, pengaduan, tindakan pencegahan, dan pengendalian rekaman. Adapun di aspek teknis, ketidaksesuaian yang ditemukan terkait dengan personel, kondisi akomodasi dan lingkungan, metode dan validasi metode, peralatan, ketertelusuran dan jaminan mutu.

 

Pada acara penutupan asesmen dalam rangka survailen dan perluasan ruang lingkup, Pelaksana Harian Kepala Balai Besar POM di Yogyakarta, Diah Tjahjonowati mengajak seluruh personel laboratorium untuk bersemangat melakukan tindakan perbaikan temuan ketidaksesuaian sebelum batas waktu yang ditetapkan agar laboratorium pengujian tetap memenuhi kriteria akreditasi KAN dari waktu ke waktu.

                                                                  

                                                                                           Balai Besar POM di Yogyakarta