Home >> Berita Aktual QMS >> Deteksi Ketidaksesuaian Penerapan SNI ISO/IEC 17025 : 2008 melalui Audit Internal

Deteksi Ketidaksesuaian Penerapan SNI ISO/IEC 17025 : 2008 melalui Audit Internal

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta melaksanakan kegiatan Audit Internal Laboratorium sesuai persyaratan SNI ISO/IEC 17025 : 2008 tentang Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi selama 4 hari pada tanggal 6-7 April dan 10-11 April 2017.  Pelaksana harian Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta, Ani Fatimah Isfarjanti pada acara pembukaan tanggal 6 April 2017 di Aula Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta menyampaikan tujuan audit internal untuk mengukur keefektifan penerapan sistem apakah sesuai persyaratan dan cukup mendukung untuk menghasilkan data yang valid dan memeriksa pemenuhan dokumen sistem mutu dengan persyaratan SNI ISO/IEC 17025: 2008, serta melakukan verifikasi dan memantau efektivitas penerapan sistem manajemen mutu laboratorium dalam kaitannya dengan pengaturan dan tujuan yang telah direncanakan. Audit internal bukanlah mencari-cari kesalahan melainkan bertindak sebagai suatu mekanisme kendali yang dapat mendeteksi terjadinya penyimpangan dalam penerapan kebijakan mutu dan dokumen mutu serta merencanakan tindakan perbaikan dan tindakan pencegahannya.

Setelah pembukaan dilanjutkan sosialisasi audit internal untuk para auditor oleh Manajer Mutu Yustina Etik Handayani Pujiastuti. Auditor internal adalah personel yang terlatih dan kompeten dari luar bagian yang diaudit sehingga dapat bersifat independen. Auditor berjumlah 14 orang terbagi dalam 7 tim untuk mengaudit Laboratorium Terapetik dan Napza, Laboratorium Obat Tradisional, Laboratorium Kosmetik, Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya, Laboratorium Mikrobiologi, Sub Bagian Tata Usaha dan Sistem Manajemen Mutu. Auditor menggunakan alat bantu berupa daftar periksa audit internal

Di akhir kegiatan audit internal dilakukan pembacaan temuan ketidaksesuaian oleh ketua tim auditor masing-masing dan dilanjutkan acara penutupan. Dalam kesempatan tersebut Manajer Puncak I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan audit internal sangat penting dan ketidaksesuaian yang ditemukan segera ditindaklanjuti untuk kesiapan menghadapi survailen oleh Komite Akreditasi Nasional dalam waktu dekat. Hasil audit internal perlu dikaji dan dievaluasi akar penyebab masalah ketidaksesuaian untuk mencegah terulangnya kesalahan yang sama, dan menjadi informasi yang berharga untuk peningkatan berkelanjutan sistem manajemen mutu laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Yogyakarta.

 BBPOM di Yogyakarta