Home >> Berita Aktual QMS >> In House Training Jaminan Mutu hasil Pengujian (JMHP)

In House Training Jaminan Mutu hasil Pengujian (JMHP)

Perkembangan dalam penggunaan sistem manajemen, secara umum telah meningkatkan kebutuhan untuk memastikan bahwa laboratorium yang merupakan bagian dari suatu organisasi yang lebih besar dapat mengoperasikan sistem manajemen yang dipandang memenuhi persyaratan ISO 9001 sebagai tolak ukur global untuk sistem manajemen mutu. Laboratorium Balai POM di Bengkulu sebagai salah satu bagian dari organisasi Badan POM membutuhkan pemahaman yang utuh bagi setiap personel didalamnya akan persyaratan manajemen maupun teknis dari ISO/IEC 17025:2005 agar dapat menghasilkan sertifikat hasil pengujian yang terjamin validitasnya.

Suatu laboratorium yang terakreditasi ISO 17025:2005 akan memiliki 2 (dua) atribut, yaitu operasional laboratorium yang dilaksanakan selalu sesuai dengan persyaratan kompetensi ISO 17025:2005 serta setiap data yang dihasilkan selalu valid. Agar laboratorium tersebut selalu sesuai dengan persyaratan kompetensi ISO 17025:2005, maka dilakukan audit internal serta assesmen yang dilakukan oleh pihak eksternal. Sedangkan untuk mendapatkan data yang valid maka laboratorium harus memiliki suatu program jaminan mutu hasil pengujian (secara internal) serta mengikuti program uji profisiensi lembaga akreditasi (secara eksternal).

Kompetensi teknis laboratorium inilah yang menjamin semua data hasil uji laboratorium valid sebelum dikeluarkannya “report of analysis”. Untuk meningkatkan kompetensi personil penguji, maka diselenggarakan kegiatan In House Training Jaminan Mutu Hasil Pengujian (JMHP) pada tanggal 06 s.d. 07 Februari 2017 bertempat di Aula Balai POM di Bengkulu yang diikuti oleh sebanyak  23 peserta dengan narasumber DR. Agus Nurhadi, DEA dari dari Lembaga Training Profesional (AN Training & Consulting) yang telah berpengalaman membangun sistem manajemen mutu di Badan POM. Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Bapak Drs. Martin Suhendri, M.Farm, Apt. selaku Kepala Balai POM di Bengkulu ini diikuti oleh peserta dari personil perwakilan Laboratorium Pengujian Pangan, Teranokoko dan Mikrobiologi.

Materi yang disampaikan pada pelatihan ini adalah Jaminan Mutu dan pengendalian Mutu Hasil Pengujian Laboratorium yang meliputi Pembuatan dan aplikasi statistik Quality Control Chart, interpretasi Control Chart serta Uji Profisiensi dan Uji Banding. Dengan sistem pembelajaran aktif, peserta diarahkan dan dimotivasi dengan baik oleh narasumber agar dapat memahami dan menerapkan satu demi satu klausul persyaratan manajemen dan teknis yang terdapat dalam dokumen ISO 17025:2005. Dalam pemaparannya, narasumber mengemukakan bahwa JMHP sebagai  suatu rencana dan aktivitas sistematis untuk menyediakan kepercayaan/keyakinan yang memadai agar persyaratan (kriteria) mutu terpenuhi dan dapat merepresentasikan hasil uji laboratorium yang valid.

Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan metode presentasi, diskusi interaktif, pembahasan ilmiah serta studi kasus. Selama pemaparan materi, terjadi diskusi yang efektif, sehingga sangat membantu para peserta pelatihan dalam mempertajam pemahamannya terutama mengenai bagaimana upaya-upaya yang harus dilakukan dalam menjaga agar setiap data yang dihasilkan selalu valid dan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah.

Untuk itu, upaya perbaikan yang terus menerus (continuous improvement) perlu terus dilakukan. Kedua dari perspektif pelanggan, dimana pelanggan meliputi tiga pihak yaitu Badan POM itu sendiri, Pihak Ketiga (dari instansi pemerintah lainnya seperti Kepolisian, Dinas Kesehatan, dsb) serta para pelaku usaha/masyarakat maka adanya jaminan mutu hasil pengujian menjadi salah satu indikator kepuasan pelanggan. Alasan ketiga yaitu dari perspektif pengakuan pihak independen (akreditasi). Dengan adanya pengakuan pihak eksternal baik di tingkat nasional (KAN), regional (APLAC) hingga internasional (ILAC) maka operasional laboratorium harus selalu menghasilkan data yang valid dan sesuai standard ISO 17025:2005. Bagi pihak internal laboratorium tentu berdampak pada peningkatan efektifitas dan efisiensi serta peningkatan kompetensi, salah satunya dengan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada akhir acara, dilakukan penyerahan sertifikat pelatihan oleh instruktur kepada peserta yang diwakilkan secara simbolis oleh salah satu peserta  dan ditutup dengan berfoto bersama. Dengan berakhirnya pelatihan ini, maka diharapkan akan semakin menambah pemahaman tentang klausul-klausul dalam ISO 17025 : 2005 terutama mengenai JMHP pada setiap personil laboratorium BPOM di Bengkulu  dan semakin menambah kepercayaan BPOM di Bengkulu sebagai Laboratorium Pengujian Terakreditasi yang diakui oleh masyarakat luas serta dapat diimplementasikan dengan baik sehingga dapat mendukung fungsi utama pengawasan obat dan makanan yang diemban oleh Badan POM agar senantiasa berbasis ilmiah (scientific approach). Selamat bekerja.

Jaminan Mutu Balai POM di Bengkulu

Balai POM di Bengkulu