Kaji Ulang Manajemen Laboratorium Balai Besar POM di Bandung Tahun 2019

KUM (Kaji Ulang Manajemen) Laboratorium merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun sebagai implementasi penerapan sistem mutu ISO/IEC 17025:2017. Fungsi Kaji Ulang Manajemen Laboratorium yaitu mengetahui relevansi dan efektivitas sistem manajemen mutu sesuai arah dan tujuan organisasi.

Pada hari Rabu, tanggal 4 Desember 2019, BBPOM di Bandung telah melaksanakan Kaji Ulang Manajemen Laboratorium tahun 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai BBPOM di Bandung, Kepala Bidang Pengujian, Kepala Seksi Pengujian Kimia, Kepala Seksi Pengujian Mikrobiologi, Administrasi Pengujian dan seluruh staf Bidang Pengujian. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pihak eksternal pengujian seperti Bagian Tata Usaha, Bidang Informasi dan Komunikasi, Bidang Pemeriksaan, dan Bidang Penindakan.

Kegiatan Kaji Ulang Manajemen Laboratorium secara resmi dibuka oleh Bapak I Gusti Ngurah Bagus Kusumadewa, S.Si, Apt, MPPM selaku Kepala Balai Besar POM di Bandung. Dalam Pembukaan, Kepala Balai menekankan bahwa hasil dari kegiatan Kaji Ulang Manajemen harus dapat memperkuat penerapan reformasi birokarasi di BBPOM Bandung menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani). Pada kegiatan ini juga dilakukan pemaparan materi mengenai Kaji Ulang Manajemen oleh Yohanes Susanto Ridwan, M.Si, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tujuan pemaparan materi untuk memberikan pengetahuan dan menyegarkan kembali pemahaman mengenai Kaji Ulang Manajemen.

Kaji Ulang Manajemen Laboratorium tahun 2019 membahas perubahan isu internal dan eksternal organisasi yang relevan bagi laboratorium, pencapaian sasaran, kecukupan kebijakan dan prosedur, status tindakan dari Kaji Ulang Manajemen tahun 2018, hasil audit internal, tindakan korektif, asesmen oleh pihak eksternal, perubahan volume dan jenis pekerjaan laboratorium, umpan balik pelanggan dan personel tahun 2019, keluhan, efektivitas dari peningkatan yang diimplementasikan, kecukupan sumberdaya, hasil identifikasi resiko, hasil penjaminan keabsahan, hasil laboratorium, dan faktor relevan lain seperti kegiatan pemantauan dan pelatihan.