Meningkatkan kompetensi Lab Melalui Pelatihan Internal Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya

Meningkatkan kompetensi Lab Melalui Pelatihan Internal Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya

Salah satu kegiatan yang dapat menjaga konsistensi jaminan mutu hasil pengujian dalam rangka menerapkan ISO 17025 adalah dengan melakukan peningkatan kompetensi petugas penguji secara rutin di setiap laboratorium. Disamping untuk menjamin bahwa hasil pengujian yang dikeluarkan telah memenuhi standar ISO 17025, juga melaksanakan salah satu Misi Badan POM yaitu meningkatkan Sistem Pengawasan Obat dan Makanan berbasis resiko untuk melindungi masyarakat, sehingga bisa mencapai Visi Badan POM yaitu Obat dan Makanan aman meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa. Diharapkan setiap penguji di laboratorium mempunyai kompetensi untuk melakukan pengujian dengan parameter kritis sehingga masalah yang terkait keamanan dan mutu Obat dan Makanan bisa diminimalkan atau bila memungkinkan  dieliminir karena sudah disiasati dengan peningkatan fasilitas instrument pengujian sesuai teknologi terkini diimbangi dengan kemampuan penguji mengoperasionalkan dan menguji suatu produk. Pelaksanaan pelatihan internal merupakan salah satu upaya Lab Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya BBPOM Di Denpasar untuk memutakhirkan metode melalui verifikasi metode analisa sekaligus meningkatkan kompetensi penguji. Untuk itu, Bertempat di Laboratorium Pengujian Pangan Balai Besar POM di Denpasar telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Internal Pengujian Pangan pada tanggal 5 – 9 September 2017 dengan mengambil judul Penetapan Kadar Pewarna  secara simultan dengan HPLC, sebagai nara sumber Bapak Widi Tri Raharjo, S.Si,Apt dari PT Kromtekindo Jakarta.

Pelatihan internal dibuka oleh Kepala Bidang Pengujian Pangan dan Bahan Berbahaya BBPOM Di Denpasar, Dra. Desak Ketut Andika Andayani, Apt. Pada kesempatan tersebut disampaikan agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya dengan banyak berdiskusi atau tanya jawab serta dapat melakukan prakteknya secara optimal agar ilmu yang didapat dapat diserap dengan baik dan hasilnya bisa diterapkan dalam pengujian rutin di laboratorium. Pelatihan yang berlangsung selama 5 hari dan diikuti oleh semua personel penguji di laboratorium Pangan. Pre dan post test dilaksanakan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman dari hasil penyelenggaraan pelatihan ini. Dalam praktikum, dengan menggunakan sampel dan metode yang sama dicoba dianalisa dengan menggunakan instrument yang berbeda yaitu HPLC dan UPLC-PDA. Jenis parameter pewarna yang digunakan pada pelatihan ini yaitu pewarna sintetis kuning (Tartrazine dan Kuning FCF) dan merah (Carmoisin, Allura Red, Erytrosine, Ponceau 4R), serta biru (Biru Berlian). Hasilnya menunjukkan nilai yang berbeda secara signifikan sehingga metode yang awal menggunakan instrument HPLC tidak bisa digunakan dengan instrument yang berbeda. Perlu dilakukan validasi metode bila akan diterapkan pada instrument yang berbeda.

Pelatihan internal ditutup dengan penyampaian data hasil dan verifikasi metode analisa. Melalui pelatihan ini, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan mutu hasil pengujian Laboratorium Pangan dan Bahan Berbahaya.

BBPOM Di Denpasar