Pertahankan Sertifikat ISO 9001:2015, Tantangan Bagi BPOM untuk Terus Perkuat Kapasitas

Jakarta – Setelah menjalani proses audit sistem manajemen mutu selama dua bulan, BPOM berhasil mempertahankan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang telah diperoleh sejak tahun 2017 lalu. Hasil ini disampaikan oleh perwakilan auditor dari PT. Tuv Sud Indonesia, Allan Richardo Rahardian, saat Exit Meeting Audit Resertifikasi ISO 9001:2015 pada Jumat (23/11).

“Proses audit telah kita lalui bersama sejak 8 Oktober hingga 23 November 2018 terhadap Top Manajemen dan 28 unit kerja di lingkungan BPOM Pusat, serta 32 Balai Besar/Balai POM (BB/BPOM). Secara keseluruhan, hasil audit menunjukkan tidak terdapat temuan kategori non-conformity (NC) atau major finding. Hanya ada 16 temuan minor dan 168 temuan kategori improvement. Berdasarkan hasil tersebut, kami merekomendasikan BPOM untuk mendapatkan Sertifikat Manajemen Mutu ISO 9001:2015,” jelas Allan.

Hasil ini, menurut Allan, menunjukkan peningkatan dibanding hasil audit tahun 2017 lalu yang menemukan 35 temuan minor dan 294 temuan kategori improvement. “Ada lima hal besar yang menjadi positive aspect catatan kami. Pertama, terkait komitmen Pimpinan maupun seluruh staf di BPOM dalam menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Ke-dua, adanya etos kerja yang menunjukkan integritas dan semangat dalam memberikan pelayanan prima. Ke-tiga, banyaknya pengembangan sistem dalam rangka peningkatan pelayanan yang menunjukkan adanya continuous improvement dari BPOM. Keempat dan yang menjadi highlight dari kami adalah terkait peningkatan kerjasama lintas sektor yang cukup signifikan. Dan terakhir, terkait berbagai pencapaian, pengakuan, dan keterlibatan BPOM pada aktivitas lingkup nasional maupun internasional.” paparnya lagi.

Kepala BPOM, Penny K. Lukito selaku Manajemen Puncak yang menghadiri secara langsung exit meeting menyatakan bahwa capaian audit resertifikasi ISO kali ini merupakan suatu kebanggaan. “Keberhasilan mempertahankan sertifikat ISO ini menjadi penunjang bagi BPOM untuk memperoleh pengakuan dan kepercayaan yang lebih besar lagi. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua untuk memastikan bahwa kita terus berupaya mempertahankan kepercayaan dan memperkuat kapasitas yang selama ini telah dimiliki. Saya percaya teman-teman di BPOM mampu menghadapi tantangan ini,” ujar Penny K. Lukito.

Sekalipun telah direkomendasikan untuk memperoleh sertifikat ISO 9001:2015, hingga pelaksanaan exit meeting ini masih terdapat dua unit kerja BPOM yang sedang berproses melakukan audit, yaitu BBPOM di Mataram dan BPOM di Palu. Melalui Skype dari Singapura, Direktur Utama PT. Tuv Sud Indonesia, Eric Paulsen menyampaikan apresiasinya atas semangat, komitmen, dan kerjasama tim dari BBPOM di Mataram dan BPOM di Palu. Meskipun proses audit dilakukan di tengah proses pemulihan pasca bencana, tetapi sejauh ini tidak ditemukan hal yang kritikal.

Kegiatan exit meeting hari ini turut dihadiri oleh Sekretaris Utama, Inspektur Utama, Koordinator Auditor Internal, Koordinator Management Representative BPOM , serta Tim Penjaminan Mutu dari unit kerja pusat dan dari BB/BPOM. Selain itu, pertemuan juga diikuti oleh rekan-rekan dari BB/BPOM melalui video conference. Setelah dilakukan paparan terkait hasil audit, pertemuan ditutup dengan penyerahan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dari PT. Tuv Sud Indonesia yang diwakili oleh Allan Richardo Rahardian kepada BPOM yang diterima secara langsung oleh Kepala BPOM. (HM-Herma)

Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan