Home >> Berita Aktual QMS >> Re-Asesmen Implementasi Persyaratan ISO 17025:2008 di Laboratorium BBPOM Bandung

Re-Asesmen Implementasi Persyaratan ISO 17025:2008 di Laboratorium BBPOM Bandung

Dalam rangka memperpanjang status akreditasi ISO 17025:2008, laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung telah melaksanakan re_asesmen sekaligus memperluas ruang lingkup akreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional. Asesmen dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 23 dan 24 Februari 2017 dengan tim asesor terdiri dari : Johni B. Napitupulu (Asesor Kepala), Yahdiana Harahap, Renawati Iskandar dan Ening Wiedosari.

 

Pelaksanaan assessmen on site dilakukan terhadap penerapan sistem manajemen mutu  yaitu: 

  • Kesesuaian Implementasi Laboratorium terhadap Persyaratan Manajemen Mutu SNI-ISO/IEC 17025 -2008
  • Kesesuaian Implementasi Laboratorium terhadap Persyaratan Teknis SNI-ISO/IEC 17025 -2008

Sedangkan asesmen terhadap implementasi pengujian dari lingkup yang diajukan untuk akreditasi dilakukan terhadap :

  • Pengujian Produk Terapetik
  • Pengujian Produk Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif/Napza
  • Pengujian Produk Obat Tradisional
  • Pengujian Produk Suplemen Kesehatan
  • Pengujian Produk Kosmetika
  • Pengujian Produk Pangan
  • Pengujian Mirobiologi Produk Obat & Makanan

 

Pada saat closing meeting, Johni Napitupulu menyampaikan bahwa secara keseluruhan laboratorium BBPOM di Bandung telah dengan konsisten melaksanakan persyaratan sistem manajemen mutu ISO 17025:2008, namun pada saat asesmen masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian yang terdiri dari tiga temuan kategori 3 dan duapuluh temuan kategori 2.

 

Dengan semangat untuk melakukan peningkatan yang berkelanjutan, laboratorium BBPOM di Bandung berkomitmen untuk segera menyelesaikan tindakan perbaikan dari semua ketidaksesuaian tersebut dalam jangka waktu yang telah disepakati sehingga akreditasi laboratorium dapat dipertahankan.