Home >> Peta Strategi

Peta Strategi

Peta Strategi BPOM

 

 

Sasaran Mutu BPOM

ID SO  Strategic Objective ID KPI KPI  Target 
2015 2016 2017 2018 2019
SH1. Meningkatnya jaminan produk Obat dan Makanan aman, berkhasiat/bermanfaat, & bermutu dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat. Key Monitoring Indicators
SH2. Meningkatnya daya saing Obat dan Makanan di pasar lokal dan global dengan menjamin mutu dan mendukung inovasi. Key Monitoring Indicators
SH3. Menguatnya Sistem Pengawasan Obat dan Makanan SH3.1. % obat yang memenuhi syarat  92% 92,5% 93% 93,5% 94%
SH3.2. % obat Tradisional yang memenuhi syarat 80% 81% 82% 83% 84%
SH3.3. % Kosmetik yang memenuhi syarat 89% 90% 91% 92% 93%
SH3.4. % Suplemen Kesehatan yang memenuhi syarat 79% 80% 81% 82% 83%
SH3.5. % makanan  yang memenuhi syarat 88,1% 88,6% 89,1% 89,6% 90,1%
SH4. Meningkatnya kemandirian pelaku usaha, kemaitraan dengan pemangku kepentingan, dan partisipasi masyarakat SH4.1. Jumlah industri farmasi yang meningkat kemandiriannya 0 6 12 12 10
SH4.2. Jumlah pelaku usaha industri obat tradisional (IOT) yang memiliki sertfikat CPOTB  61 66 71 76 81
SH4.3.  Jumlah industri kosmetika yang mandiri dalam pemenuhan ketentuan 185 190 195 200 205
SH4.4. % industri pangan olahan yang mandiri dalam rangka menjamin keamanan pangan 3% 5% 7% 9% 11%
SH4.5. Indeks kesadaran masyarakat    Baseline     Meningkat
SH4.6. Jumlah kerjasama yang diimplementasikan  10 13 15 17 20
I1. Memperkuat Standar Obat dan Makanan yang menjamin Obat dan Makanan yang beredar aman, berkhasiat dan bermutu I1.1 Jumlah Standar Obat yang disusun 10 10 10 10 10
I1.2 Jumlah Standar Obat Tradisional, Kosmetik dan Suplemen Kesehatan yang disusun 40 40 40 40 40
I1.3 Jumlah Standar pangan yang disusun 14 14 14 14 14
I1.4 Jumlah rancangan peraturan perundang-undangan yang disusun  150 160 170 180 190
I2. Meningkatkan mutu penapisan Obat dan Makanan I2.1. % keputusan penilaian obat yang diselesaikan 0,75 0,76 0,77 0,78 0,79
I2.2. % keputusan penilaian Obat Tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik yang diselesaikan  0,8 0,8 0,82 0,82 0,83
I2.3. % keputusan Penilaian pangan olahan yang diselesaikan 0,85 0,86 0,87 0,88 0,89
I2.5. % permohonan rekomendasi analisa hasil pengawasan (AHP) untuk impor/ekspor narkotika, psikotropika dan prekursor yang diselesaikan tepat waktu. 0,8 0,81 0,82 0,83 0,85
I2.6. % label dan iklan produk tembakau yang memenuhi ketentuan 0,45 0,5 0,55 0,6 0,65
I2.7. % sarana distribusi yang menyalurkan bahan berbahaya sesuai ketentuan  0,5 0,52 0,54 0,56 0,58
I2.8. % kemasan pangan yang memenuhi syarat keamanan 0,86 0,87 0,88 0,89 0,9
I2.9. Jumlah pasar yang diintervensi menjadi pasar aman dari bahan berbahaya 77 108 139 170 201
I2.10. Jumlah hasil kajian profil risiko keamanan pangan 5 5 5 5 5
I2.11 Jumlah  Kabupaten/kota yang sudah  menerapkan Peraturan Kepala BPOM tentang IRTP 20 20 20 20 20
I2.12 Jumlah desa pangan aman yang menerima intervensi pengawasan keamanan pangan 100 100 100 100 100
I3. Meningkatkan mutu sarana produksi dan distribusi Obat dan Makanan I3.1. % peningkatan PBF yang memenuhi CDOB 78% 80% 82% 85% 87%
I3.2. Jumlah kajian farmakovigilans obat beredar yang dikomunikasikan 10 12 14 16 18
I3.3. % hasil inspeksi dengan temuan kritikal yang ditindaklanjuti tepat waktu 60% 65% 75% 85% 95%
I3.4. % hasil Inspeksi sarana produksi dan distribusi obat tradisional, kosmetik dan suplemen kesehatan yang memerlukan pendalaman mutu dan/atau diverifikasi 20% 17,5% 15% 12,5% 10%
I3.5. %  obat tradisional, kosmetik dan suplemen kesehatan dan produk kuasi tidak memenuhi syarat (TMS) yang dianalisis dan ditindaklanjuti 80% 82,5% 85% 87,5% 90%
I3.6. Jumlah penandaan dan iklan obat tradisional, kosmetik, dan suplemen kesehatan yang dianalisis dan ditindaklanjuti 0 45500 46000 46500 47000
I.3.7. % berkas permohonan sertifikasi OT, Kosmetik dan Suplemen Kesehatan dan Produk Kuasi yang mendapatkan keputusan tepat waktu 70% 72% 74% 76% 78%
I3.8. Jumlah inspeksi sarana produksi dan distribusi pangan yang dilakukan dalam rangka pendalaman mutu dan sertifikasi 500 550 600 650 700
I3.9. % penyelesaian tindak lanjut pengawasan mutu dan keamanan produk pangan 90% 90% 90% 92% 94%
I.3.10. % berkas permohonan sertifikasi pangan yang mendapatkan keputusan tepat waktu 70% 72% 75% 78% 80%
I.3.11. Pemenuhan target sampling produk Obat di sektor publik (IFK)  100% 100% 100% 100% 100%
I.3.12. % cakupan pengawasan sarana produksi Obat dan Makanan 58% 63% 63% 63% 63%
I.3.13. % penyelesaian pemberian sanksi tindak lanjut tepat waktu terhadap sarana pengelola NPP yang tidak memenuhi ketentuan. 70% 73% 75% 78% 80%
I3.14. % cakupan pengawasan sarana distribusi Obat dan Makanan 24% 24% 25% 25% 25%
I4. Meningkatkan mutu pengujian Obat dan Makanan I4.1. % pemenuhan Laboratorium Balai Besar/Balai POM yang sesuai persyaratan Good Laboratorium Practices (GLP)  65% 70% 75% 80% 85%
I4.2. % sampel uji yang ditindaklanjuti tepat waktu 70% 75% 80% 85% 90%
I4.3. Jumlah sample yang diuji menggunakan parameter kritis 82632 82632 82632 82632 82632
I5. Meningkatkan penegakan hukum terhadap pelanggaran Obat dan Makanan I5.1. Jumlah  intervensi ke BB/BPOM dalam pelaksanaan Investigasi Awal dan Penyidikan tindak pidana di bidang obat dan makanan 51 60 69 78 86
I5.2. Jumlah Perkara tindak Pidana di Bidang Obat dan Makanan yang ditangani Pusat Penyidikan Obat dan Makanan
 
3 4 4 5 5
I5.3 Jumlah Perkara di bidang obat dan makanan 289 301 314 325 331
I6. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan I6.1. Jumlah pengembangan  kerjasama dan/atau kerjasama internasional di bidang Obat dan Makanan 25 28 31 34 37
I6.2 Jumlah pedoman/publikasi informasi keamanan, kemanfaatan/khasiat dan mutu hasil pengembangan OAI 7 7 7 7 7
I6.3. Jumlah UMKM obat tradisional yang diintervensi 0 40 40 40 40
I6.4. Jumlah informasi obat dan makanan yang dipublikasikan 91 95 99 103 107
I6.5. Jumlah layanan pengaduan dan informasi konsumen yang ditindaklanjuti 9.000 9.000 10.000 11.000 12.000
I6.6. Jumlah layanan publik BB/BPOM  35.300 35.800 36.500 37.100 37.700
I6.7. Jumlah Komunitas yang diberdayakan 450 590 700 840 970
L1. Meningkatkan pengelolaan  Human Capital Management (HCM) L1.1. Persentase Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditingkatkan kualitasnya melalui pendidikan S1, S2, S3 2 2 2 2 2
L1.2. Jumlah dokumen Human Capital Management 7 6 6 6 6
L1.3. Persentase pegawai yang memenuhi standar kompetensi 65 68 70 72 75
L1.4. Persentase SDM Aparatur BPOM yang memiliki kinerja berkriteria baik 80 81 82 84 85
L2. Meningkatkan efektivitas Organisasi, Tata Laksana dan RB L2.1. Capaian pelaksanaan Reformasi Birokrasi di BPOM  B BB A A AA
L2.2. Jumlah kajian Organisasi, Tata Laksana dan RB 1 1 1 1 1
L3. Meningkatkan sistem informasi, riset, dan legal L3.1. Jumlah informasi Obat dan Makanan yang up to date sesuai lingkungan strategis pengawasan obat dan makanan 675 700 715 730 750
L3.2. % infrastruktur TIK yang dikembangkan untuk optimalisasi e-gov  bisnis proses BPOM 35% 50% 70% 90% 100%
L3.3. Jumlah riset laboratorium dan kajian yang dimanfaatkan 69 72 72 72 72
L3.4. Jumlah layanan bantuan hukum yang diberikan 150 150 160 160 165
F1. Meningkatkan akuntabilitas F1.1. Nilai SAKIP BPOM  dari MENPAN B A A A A
F1.2. Opini Laporan Keuangan BPOM dari BPK WTP WTP WTP WTP WTP
F1.3. Jumlah laporan hasil pengawasan yang disusun tepat waktu   28 31 33 36 36
F1.4. Jumlah dokumen perencanaan, penganggaran, keuangan dan monitoring evaluasi yang dihasilkan 15 15 15 15 15
F1.5. Jumlah dokumen perencanaan, penganggaran, dan evaluasi yang  dilaporkan tepat waktu 310 288 320 288 320
F1.6. Persentase pemenuhan sarana dan prasarana penunjang kinerja sesuai standar 80 82 86 88 90
F1.7. Persentase satker yang mampu mengelola BMN dengan baik 100 100 100 100 100
F1.8. % pemenuhan sarana prasarana sesuai standar 80% 87% 90% 93% 96%
F1.9. Jumlah dukungan teknis pengadaan barang dan jasa 5 5 5 5 5